![]() |
| Oleh: Chakra Narasangga |
Artikel ini berbeda dengan makalah yang ada sebelumnya karena mengangkat topik yang baru baru ini menjadi perbincangan. Maka dari itu artikel ini merupakan yang perdana.
Artikel ini bermanfaat sebagai tinjauan untuk pihak sekolah agar mampu meningkatkan dan juga memperbaiki teknologi-teknologi yang sudah diterapkan di SMA Negeri 15 Bandung.
Permasalahan dalam artikel ini adalah kurangnya fasilitas teknologi seperti komputer dan wi-fi yang menyebabkan aktifitas kegitan belajar mengajar yang mengharuskan menggunakan komputer dan internet tidak berjalan dengan baik. Solusinya adalah menambah fasilitas teknolgi di SMAN 15 Bandung.
Tujuan penulisan artikel berjudul "DIGITAL SMART SCHOOL" yaitu penulis ingin mengetahui permasalahan teknologi apa saja yang terdapat di SMAN 15 Bandung, penulis juga ingin mengetahui penyebab masalah tersebut, selain itu penulis ingin mengetahui akibat dan juga mencoba mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Masalah dalam artikel "DIGITAL SMART SCHOOL" terbatas pada permasalahan teknologi di SMAN 15 Bandung.
Pada artikel ini penulis berusaha menjelaskan tentang definisi dan fungsi teknologi.
Sumber data yang penulis sajikan dan bahas dalam artikel ini berasal dari berbagai macam sumber diantaranya observasi, dan analisis pustaka.
Metode yang digunakan dalam penulisan artikel adalah metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan tentang masalah, penyebab, akibat dan solusi.Teknik yang digunakan adalah observasi dan analisis pustaka.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana.
Sekarang ini banyak sekali sekolah-sekolah yang mengklaim diri sebagai sekolah digital, yang mereka maksud dengan penyediaan jaringan internet berkecepatan tinggi atau juga wireless/wifi ditempat mereka. Seakan-akan, dengan menyediakan perangkat wifi, sudah jaminan bahwa sekolah tersebut adalah sekolah digital. Kalau memang demikian halnya, apa bedanya sekolah-sekolah tersebut dengan cafe-cafe yang punya hotspot, atau taman-taman bermain/fasilitas umum yang sudah dilengkapi wifi?
Sebetulnya pengertian digital dalam hal ini digitalisasi sekolahan bukanlah sekedar menambah alat supaya murid atau pengunjung yang datang dapat berselancar ria di lingkungan sekolah. Juga bukan sekadar membuat website atau blog agar pengunjung bisa melihat visi-misi sekolah dan/atau mendaftarkan anak didik secara online. Ini semua hanyalah salah satu alat sosialisasi dari sekolah yang bersangkutan.
Inti dari digitalisasi administrasi sekolah sendiri, sehingga hasil akhirnya bisa disebut Sekolah Digital adalah proses migrasi data dari yang tadinya hanya dapat diakses secara tercetak dalam lingkup sempit yaitu data dan dokumen kertas, ke data digital yang berupa file-file yang dapat diakses baik oleh publik maupun secara terbatas. Ada peran penting supaya sekolah biasa menjadi sekolah digital, yaitu proses migrasi tadi, dengan kata lain pekerjaan mengganti dokumen kertas menjadi dokumen digital.
Artikel ini bermanfaat sebagai tinjauan untuk pihak sekolah agar mampu meningkatkan dan juga memperbaiki teknologi-teknologi yang sudah diterapkan di SMA Negeri 15 Bandung.
Permasalahan dalam artikel ini adalah kurangnya fasilitas teknologi seperti komputer dan wi-fi yang menyebabkan aktifitas kegitan belajar mengajar yang mengharuskan menggunakan komputer dan internet tidak berjalan dengan baik. Solusinya adalah menambah fasilitas teknolgi di SMAN 15 Bandung.
Tujuan penulisan artikel berjudul "DIGITAL SMART SCHOOL" yaitu penulis ingin mengetahui permasalahan teknologi apa saja yang terdapat di SMAN 15 Bandung, penulis juga ingin mengetahui penyebab masalah tersebut, selain itu penulis ingin mengetahui akibat dan juga mencoba mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Masalah dalam artikel "DIGITAL SMART SCHOOL" terbatas pada permasalahan teknologi di SMAN 15 Bandung.
Pada artikel ini penulis berusaha menjelaskan tentang definisi dan fungsi teknologi.
Sumber data yang penulis sajikan dan bahas dalam artikel ini berasal dari berbagai macam sumber diantaranya observasi, dan analisis pustaka.
Metode yang digunakan dalam penulisan artikel adalah metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan tentang masalah, penyebab, akibat dan solusi.Teknik yang digunakan adalah observasi dan analisis pustaka.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana.
Sekarang ini banyak sekali sekolah-sekolah yang mengklaim diri sebagai sekolah digital, yang mereka maksud dengan penyediaan jaringan internet berkecepatan tinggi atau juga wireless/wifi ditempat mereka. Seakan-akan, dengan menyediakan perangkat wifi, sudah jaminan bahwa sekolah tersebut adalah sekolah digital. Kalau memang demikian halnya, apa bedanya sekolah-sekolah tersebut dengan cafe-cafe yang punya hotspot, atau taman-taman bermain/fasilitas umum yang sudah dilengkapi wifi?
Sebetulnya pengertian digital dalam hal ini digitalisasi sekolahan bukanlah sekedar menambah alat supaya murid atau pengunjung yang datang dapat berselancar ria di lingkungan sekolah. Juga bukan sekadar membuat website atau blog agar pengunjung bisa melihat visi-misi sekolah dan/atau mendaftarkan anak didik secara online. Ini semua hanyalah salah satu alat sosialisasi dari sekolah yang bersangkutan.
Inti dari digitalisasi administrasi sekolah sendiri, sehingga hasil akhirnya bisa disebut Sekolah Digital adalah proses migrasi data dari yang tadinya hanya dapat diakses secara tercetak dalam lingkup sempit yaitu data dan dokumen kertas, ke data digital yang berupa file-file yang dapat diakses baik oleh publik maupun secara terbatas. Ada peran penting supaya sekolah biasa menjadi sekolah digital, yaitu proses migrasi tadi, dengan kata lain pekerjaan mengganti dokumen kertas menjadi dokumen digital.
